Kepemimpinan menurut Gede Prama
Setiap manusia sebenarnya sudah membawa bakat kepemimpinan dalam dirinya. Sayangnya banyak orang gagal yang membiarkan saja potensi kepemimpinannya tidur selamanya.
Kita bisa membentuk tubuh ini menjadi apapun, termasuk menjadi pemimpin -- melalui kebiasaan-kebiasaan yang menahun, visi yang tajam, berani untuk bertindak, membantu dan mengembangkan orang lain
Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit. Alasannya :
- Mereka mengajarkan kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka.
- Mereka adalah sparring partner dalam membuat kita menjadi orang sabar.
- Mereka mendidik kita menjadi pemimpin yang jempolan.
- Mereka sedang memproduksi kita menjadi orang yang dewasa.
- Mereka sedang membuat kita menjadi hebat.
Gunakan kekuasaan untuk melayani dan membantu orang lain.
Pemimpin itu pencipta. Kebesaran pemimpin diukur dari hasil ciptaannya.
.... Pemimpin seyogyanya terbang seperti burung elang, tinggi, sendirian, kesepian namun memiliki helicopter's view yang amat mengagumkan. Ia memang tidak pernah terbang bersama-sama, namun penuh kebebasan.
.... Setiap bentuk pemecahan seyogyanya bertolak dari pola yang menghubungkan unsur-unsurnya, bukan terpukau pada unsur yang menjadi spesialisasi kita.
Dalam setiap persoalan manusia, kurang mencari siapa yang salah, tetapi pusatkan perhatian untuk memecahkan persoalan.
Keberhasialan kepemimpinan dua persen ditentukan oleh strategi dan delapan puluh persen sisanya ditentukan oleh mengelola manusia. Oleh karena itu kembangkan, kembangkan, dan kembangkan terus manusia itu.
Makanan bergizi untuk jiwa adalah tindakan-tindakan untuk membantu orang lain.
Sumber dari : Buku Hidup Sejahtera Selamanya - Gede Prama


0 Comments:
Post a Comment
<< Home