Rangkaian Pendapat Orang Terkenal

Monday, July 31, 2006

Kunci Sukses menurut Gede Prama

Orang sukses dengan cara alami persis sama dengan bunga di gunung. Tidak ada yang menanam, tidak ada yang memupuk apalagi menyirami. Ia menjadi apik dari siklus alam, ia juga akan layu. Cirinya adalah indah, ikhlas, intim dan iya (menerima).

Untuk menunjukkan diri Anda berlian memerlukan waktu yang amat panjang, pengorbanan dan kesabaran. Sebaliknya, kalau mau menunjukkan kebusukan hanya dalam waktu yang sangat pendek semua orang akan tahu kebusukan tadi.

.... yang paling penting bukan pendidikan, pengalaman maupun keturunan, namun bagaimana kita merespons terhadap keadaan. Ini yang menentukan apakah kita buta terhadap peluang atau bakal menemukan "pelangi" peluang di mana-mana.

Daya motivasi dan stimulan luar -- gaji, mobil, tunjangan kesehatan, dll -- banyak berdampak jangka pendek dan mudah lenyap. Sebaliknya, motivasi yang berasal dari dalam berumur lama dan permanen.

Kesan umum tentang stres amatlah gelap dan negatif, padahal, dengan kejernihan dan kecermatan stres bisa membantu untuk berkembang. Caranya adalah cari "air panas" kehidupan dan selalu berfikir positif.

Ada tiga jenis gaya belajar, yaitu visual auditory, kinestetik. Orang gaya visual menangkap hal baru lebih mudah dengan melihat. Pembelajar gaya auditory lebih mudah menyerap dengan mendengar, sedangkan yang terakhir mengankap lebih mudah bila dibungkus dengan aktifitas.

Kebinggungan (ketidaktahuan) merupakan pendorong orang untuk belajar lebih jauh. Bila orang sudah puas, ia telah berada dalam jurang kemandegan belajar.

Di titik-titik tertentu kita tidak memerlukan kepintaran. Dalam keadaan lain kepintaran malah menghadirkan petaka.

.... Kita sebenarnya lebih mirip dengan burung yang bersayap sebelah, yang hanya bisa terbang (baca: hidup dan bekerja) kalau mau berpelukan erat bersama orang lain.

Hubungan industrial kita masih lebih dekat pada karena tidak diterima kerja di tempat lain dan sebatas pada upah yang dibayarkan. Hubungan ini perlu digerakkan ke tingkatan yang lebih tinggi, yang ke hubungan kemajuan.

Menghadapi masa depan yang yang bertumpu pada pekerja-pekerja intelektual, sudah selayaknya reorientasi dalam pengelolaan manusia :
- Perusahaan harus siap meninggalkan harmoni, loyalitas dan keteraturan.
- Matang dalam mengelola perbedaan,
- Ada orang yang bertugas untuk mempertanyakan dan melanggar aturan.
- Ada saatnya pekerja intelektual akan menentukan gajinya sendiri.

Sumber : Buku Hidup Sejahtera Selamanya - Gede Prama

0 Comments:

Post a Comment

<< Home