Rangkaian Pendapat Orang Terkenal

Monday, July 31, 2006

Al-Kindi dan Pendapatnya untuk Dunia.

Filsafat :
Filsafat adalah pengetahuan yang benar (knowledge of truth). Al-Quran yang membawa argumen-argumen yang lebih meyakinkan dan benar tidak mungkin bertentangan dengan kebenaran yang dihasilkan filsafat. Bertemunya agama dan filsafat dalam kebenaran dan kebaikan sekaligus menjadi tujuan dari keduanya. Ia memaparkan bahwa ada tiga perbedaan mendasar antara filsafat dan agama sebagai berikut:
1. Filsafat termasuk ilmu humaniora yang dicapai filsuf dengan berpikir dan belajar. Sedangkan agama adalah ilmu ketuhanan yang menempati tingkat tertinggi karena diperoleh tanpa melalui proses belajar, melainkan diterirna secara langsung oleh para Rasul dalam bentuk wahyu.
2. Jawaban filsafat menunjukkan ketidakpastian (semu) dan memerlukan berpikir atau perenungan Sedangkan agarna lewat dalil-dalilnya yang dibawa Al Quran memberi Jawaban secara pasti dan meyakinkan dengan mutlak.
3. Filsafat menggunakan metode: logika, sedangkan agama mendekatinya dengan keimanan (pendekatan Imany).

Fisika :
Alam ini mempunyai 'illat ula (the First Cause), yaitu Tuhan. Tuhan, menurut AI-Kindi, menjadikan alam dari tiada menjadi ada (creatio ex nihiio). Tuhan tidak hanya menjadikan alam, tetapi juga mengendalikan dan mengaturnya, serta menjadikan sebagiannya menjadi sebab bagi sebagian yang lain. Dengan demikian alam yang awalnya tidak ada menjadi ada, tidak dapat dikatakan qadim. Ia memaparkan juga bahwa di dalam alarn ini terdapat bermacam-macam gerak, antara lain gerak kejadian. Adapun sebab (Ulat) gerak, yaitu apabila terhimpun empat sebab sebagaimana disebutkan oleh Aristoteles, yaitu;
1) sebab unsur (iliat unshuriyyah; material cause),
2) sebab bentuk (itlat shuriyyah; form cause).
3) sebab pencipta (iliat fa'ilah; moving cause), baik yang bersifat dekat maupun jauh,
4) sebab tujuan (iliat ghayah; final cause).

Metafisika :
Tuhan adalah wujud yang sempurna, wujud yang haq (benar) dan tidak didahului oleh wujud lain. Wujud Tuhan tidak berakhir, sedangkan wujud lain disebabkan oleh wujud-Nya. Tuhan adalah Maha esa yang tidak dapat dibagi-bagi dan tidak ada zat lain yang menyamai-Nya dalam segala hal. Tuhan sebagai "Pencipta Yang Menguasai segala ciptaan-Nya", yang bertentangan dengan pendapat Aristoteles : Tuhan sebagai "Penggerak Yang Tidak Bergerak" (Unmovable Mover).

Jiwa dan Akal :
jiwa tidak tersusun, namun mempunyai arti penting, sempurna, dan mulia. Substansi jiwa berasal dari Tuhan. Hubungan jiwa dengan Tuhan sama dengan hubungan cahaya dengan matahari. Selain itu jiwa bersifat spiritual, llahiah, terpisah dan berbeda dari tubuh. Jiwa atau ruh tidak pernah tidur, hanya saja ketika tubuh tertidur, ia tidak menggunakan indera-inderanya. Dan bila disucikan, ruh dapat melihat mimpi-mimpi luar biasa dalam tidur dan dapat berbicara dengan ruh-ruh lain yang telah terpisah dari tubuh-tubuh mereka. Lebih jauh ia berpendapat jiwa mempunyai tiga daya, yakni:
1) daya bernafsu (appetative faculty);
2) daya pemarah (irascible faculty);
3) daya berpikir (cognitive faculty).
Daya yang ketiga (daya berpikir) inilah yang disebut dengan akal.
Berbeda dengan pendapat Plato : kesatuan antara jiwa dan badan adalah kesatuan accidental dan temporer. Binasanya badan tidak mengakibatkan lenyapnya jiwa.

Moral :
filsafat harus mem-perdalam pengetahuan manusia tentang diri dan bahwa seorang filosof wajib rnenempuh hidup susila. Manusia harus menjauhkan diri dari keserakahan.
Filsafat moral AI-Kindi dipengaruhi oleh tradisi Stoa (hidup bahagia). Inti dari filosofi Sfoa adalah etik. Maksud etik adalah mencari dasar-dasar umum untuk bertindak dan hidup yang tepat. Kemudian melaksanakan dasar-dasar itu dalam kehidupan.

Sumber : Amanah Online

0 Comments:

Post a Comment

<< Home