Aristoteles dan Kiprahnya
Beberapa Pendapat Aristoteles :Waktu dan benda adalah kekal.
Bentuk merupakan sebab dari wujud.
Teori Geocentris :
Bahwa bumi adalah pusat alam semesta.
Planet bergerak dalam episiklus, lingkaran dalam lingkaran, mengelilingi Bumi.
Alam semesta bergerak dengan suatu gerakan yang abadi, dan gerakan ini mengandung adanya penggerak pertama yang tidak bergerak dan berbenda, yaitu Tuhan.
Aborsi :
Dalam buku History of Animal menerangkan, jiwa masuk badan janin laki-laki pada hari ke-40, dan 90 hari untuk janin perempuan.
Embriologi Aristotelian :
Badan janin itu berasal dari ibu, sedangkan jiwa dari bapak. Mengingat jiwa lebih tinggi daripada badan, maka dalam perhitungan generasi, yang dihitung hanya garis keturunan bapak, bukan ibu.
Embrio mulai hidup :
Hidup manusia dimulai saat masuknya jiwa ke badan. Pemikiran ini ditentang keras embriologi modern yang menekankan, hidup manusia langsung dimulai seusai proses pembuahan.
Fisika - Teori Gaya Berat Newton :
Bila dua benda yang beratnya tak sama, dilepaskan pada saat dan dari ketinggian yang sama, maka benda yang lebih berat akan terlebih dahulu menyentuh tanah.
Prinsip Pendidikan :
Pendidikan sebagai wahana pengkajian fakta-fakta, mencari "yang obyektif", melalui pengamatan atas kenyataan.
Pendidikan Modern :
Mnusia itu Zoon Politicon. Manusia harus menjalin kerjasama dengan orang lain karena manusia menurut kondratnya selain sebagai makluk pribadi juga sebagai makluk sosial. Sebagai makluk sosial manusia harus mau dan mampu menjalin interaksi dengan sesama tanpa terkecuali, tetapi hal ini belum dan bahkan sempat dilupakan oleh instasi sekolah sebagai penyelenggara pendidikan.
Perempuan :
Perempuan tidak hanya sebagai subordinat karena keharusan sosial, tetapi secara lahiriah dan biologis ia inferior, baik dalam kapasitas fisik maupun mental-dan dengan demikian dikehendaki oleh alam-untuk posisi yang patuh.
Perempuan sebagai manusia yang tidak sempurna. Perempuan adalah pria yang tidak produktif. Dia menganggap, hanya laki-lakilah manusia paripurna. Karena itu dia pun menekankan bahwa posisi pria harus lebih tinggi dibanding perempuan.
Asas Kebaikan :
Kebaikan tertinggi adalah kesenangan. Melakukan sesuatu yang menyenangkan seringkali berarti melakukannya demi perbuatan itu sendiri. Untuk menentukan makna tersebut haruslah sesuatu yang dilakukan dan dinikmati demi dirinya sendiri.
Bahasa :
Bahasa adalah theseiatau tidak mirip realitas kecuali onomatope dan lambang bunyi (sound symbolism).
Siklus Air dan Lautan :
Uap air di tanah menjadi padat dalam gua-gua yang dingin di gunung-gunung dan menjadikan danau-danau di bawah bumi, danau-danau itu mengisi sumber-sumber air.
Etika, Dunia Idea dan Logika :
Etika hanya bisa diajarkan kepada orang yang sudah memiliki suatu rasa moral.
Bentuk (eidos) adalah asa yang imanen atau yang berada di dalam benda.
Dalam Metaphysics menyebutkan, "Socrates tidak memandang definisi-definisi universal sebagai eksistensi terpisah. Plato lah yang membuat pemisahan tersebut, dan jenis entitas ini disebutnya sebagai 'Idea-Idea'." Dalam Phaedo, Plato menyebut Idea-Idea ini sebagai eidos.
Dalam Metaphysics. menyebutkan Plato berpandangan bahwa entitas-entitas matematika terletak di antara 'Form' (Dunia Idea) dan benda-benda indrawi, dan disebut oleh Plato sebagai 'intermediate position'.
Bunga dan Uang :
fungsi uang adalah sebagai alat tukar atau medium of exchange. Ditegaskannya, bahwa uang bukan alat untuk meng-hasilkan tambahan melalui bunga. Ia juga menyebut bunga sebagai uang yang berasal dari uang yang keberadaannya dari sesuatu yang belum tentu pasti terjadi. Dengan demikian, pengambilan bunga secara tetap merupakan sesuatu yang tidak adil.
Filsafat :
Filsafat untuk kehidupan manusia yang lebih baik, jujur, adil dan manusiawi.
Filsafat adalah bagian dari kehidupan manusia. "Manusia dari kodratnya ialah makhluk yang ingin mengetahui".
Filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang kurang lebih lengkap. Filsafat membuat hidup manusia bermakna, bukan hanya secara pribadi dalam studi; melainkan juga dalam hubungannya dengan hidup bersama.
Konsep KeTuhanan :
Dalam proses perubahan yang bergerak dari materi menuju forma, mengandaikan adanya forma terakhir yang tidak dapat "dikeruhkan" lagi dengan materi (tidak dapat menjadi materi yang baru). Inilah forma terakhir (actus purus). Kalau demikian halnya, maka harus ada pula penggerak pertama yang tidak digerakkan. Penggerak pertama itu adalah forma yang tak bermateri; tujuan tertinggi yang menyebabkan semua gerak.
Tuhan adalah ''Aktus Murni'' yang ia terjemahkan sebagai ''Akal Murni''.


0 Comments:
Post a Comment
<< Home